Oleh: Waskito Hartono, S. Th. I
Filsafat Pendidikan Islam
Pascasarjana Universitas Islam Darussalam Ciamis
Jujur, hari ini saya tersadar akan sebuah realita yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dari sebegitu banyaknya maslah yang terjadi dalam pendidikan kita, nampaknya problem ini yang menurut renungan saya sangat berdampak negatif. Nilai-nilai agung ajaran Islam secara rapih, terstruktur, dan terencana ditiadakan atau minimal dikikis.
Hal ini terjadi karena satu hal "sekulerisasi". Dalam hal apa?. Dalam segala aspek kehidupan kita di Indonesia.
Bila mana persentator ( Nanang) dalam di kelas pasca yang saya ikuti. Menjelaskan sekulerisasi adalah ideologi yang menuntut pemisahan total antara urusan publik (termasuk pendidikan) dengan nilai transenden atau Otoritas keagamaan.
Sehingga nampaklah sudah beragam kerusakan terjadi di negeri yang kita cinta. Korupsi mendarah daging, riba menjadi sebuah kebutuhan, zina menjadi tren, dan lain sebagainya.
Termasuk dalam pendidikan agama islam, dimana sekularisasi terjadi. Baik disadari atau tidak disadari. Saya contohkan secara sederhana, ketika suatu moment kami ditanya salah satu dosen. Tentang program keislaman di sekolah masing-masing. Jawabannya kompak Kalau nggak shalat dhuha, berjamaah, tadarusan, istigosah, dan lainnya.
Lalu program literasi, kesadaran lingkungan, dan lainnya bukan urusan agama. Maka wajar bila dalam pendidikan agama Islam hari ini, dikotomi mana yang umum dan mana yang agama akan terus terjadi.
Untuk itu, kesadaran akan pemaham keislaman harus terus ditingkatkan. Dimana bagi lembaga pendidikan islam, selain mengembangkan soal pembiasaan ritualistik. Penting juga melakukan islamisasi ilmu pengetahuan. Adapun penjelasan islamisasi ilmu pengetahuan akan dijelaskan dilain tempat. Terima kasih.


