1.
Pengertian dzikir.
Dzikir
berasal dari kata ذكر، يذكر، ذكرا (Dzakara
– Yadzkuru – Dzikran). yang artinya mengingat sesuatu atau menyebut setelah
lupa. Dzikir juga bermakna mengingat sesuatu atau menghafalkan sesuatu. Dalam
ajaran Islam, yang dimaksud dengan dzikir adalah mengingat Allah.
Pada
hakekatnya, dzikir adalah menghadirkan hati untuk mengingat dan taat kepada
Allah Swt., kemudian diiringi dengan ucapan atau perbuatan dalam berbagai
keadaan, seperti ketika melakukan shalat, berpuasa, menunaikan zakat,
mengerjakan haji, menghadapi yang halal dan yang haram, berjual beli maupun
dalam keadaan-keadaan lainnya.
Istilah
dzikir dalam perkembangannya lebih banyak diartikan dengan dzikir yang berupa
mengucapkan lafadh-lafadh tertentu di antaranya tasbih (subhanallah), tahmid
(alhamdu lillah), tahlil (laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), serta
sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurnaan Allah.
2.
Dalil perintah dzikir.
Dalil
disyariatkannya dzikir adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunah Nabi saw, di
antaranya, Allah berfirman dalam al-Qur'an Q.S. al-Baqarah/2: 186
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Karena
itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku".
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اذْكُرُوا اللهَ ذِكْراً كَثِيراً
"Hai
orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang
sebanyak-banyaknya". Q.S.
al-Ahzab/33: 41
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
"Maka
apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring." Q.S.
an-Nisa/4: 103
Dalam
hadits qudsi, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda: Allah
Swt.berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنّ عَبْدِي بِي,
وَأَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكُرُنِي, فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي
نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَاءٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَاءٍ خَيْرٍ مِنْهُ
وَإِنِ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنِ اقْتَرَبَ
إِلَيَّ ذِرَاعًا اتَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِيأَتَيْتُهُ
هَرْوَلَة.
"Aku
ini menurut prasangka hambaku, dan Aku menyertainya, dimana saja ia berdzikir
pada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya
dalam hati-Ku, jika ia mengingat-Ku di depan umum, maka Aku akan mengingatnya
pula didepan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia mendekatkan dirinya
kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sehasta, jika ia
mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sedepa, dan jika
ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari". (HR. Bukhori Muslim, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan
Baihaqi).
Mu'adz
bin Jabal ra. berkata, bahwa Nabi saw. bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلي الله
عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ
مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعُهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ وَخَيْرُ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا
أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ، قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ,
قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ
"Rasulullah
saw. bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepadamu sebaik-baik amal dan yang
paling mulia di sisi Tuhanmu serta yang paling dapat meninggikan derajatmu,
lebih baik dari emas dan perak yang engkau infakkan, dan lebih baik dari engkau
berhadapan dengan musuh-musuhmu sampai engkau menebas batang leher mereka dan
merekapun menebas batang lehermu? Para sahabat menjawab: "Tentu wahai
Rasulullah". Rasulullah saw. bersabda: "Berdzikir kepada Allah". (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).
3.
Keutamaan berdzikir
a.
Orang
yang mengingat Allah akan diingat Allah sebagai mana firman-Nya dalam Q.S
al-Baqarah/2: 186.
b.
Orang
yang berdzikir dan mengingat Allah adalah orang beruntung sebagaimana
dijelaskan dalam hadits:
سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوا
: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللهَ
كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
"Siapakah
para mufarridun itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Orang laki-laki
ataupun perempuan yang banyak mengingat Allah"
(HR. Muslim dan Ahmad).
c.
Orang
yang berdzikir pada hakikatnya adalah orang yang hidup. Hal ini dijelaskan
dalam hadits Nabi saw.
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ
وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ مَثَلُ الْحَقِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan
orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan tidak berdzikir bagaikan orang hidup
dan orang mati" (HR.
al-Bukhari dari Abu Musa al-'Asy'ari radhiyallahu'anhu).
d.
Dzikir sebagai amal shalih
Nabi
saw bersabda: "Maukah kamu sekalian saya beritahukan amal perbuatan
yang paling baik dan paling suci di sisi penguasamu (Tuhanmu) dan amal paling
tinggi dalam mengangkat derajatmu, dan yang paling baik untukmu daripada
menginfakkan emas dan perak dan yang paling baik untukmu daripada menghadap
musuhmu sehingga kamu memenggal leher mereka dan mereka memenggal lehermu?
Mereka berkata: Ya, lalu Nabi bersabda: Mengingat Allah Swt (HR.
at-Tirmidzy).
4.
Manfaat berdzikir
a.
Mencegah
perbuatan keji dan munkar. Allah berfirman dalam Q.S. al-Ankabut/29: 45
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ
الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Bacalah
apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan."
b.
Menentramkan
hati
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ
قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(orang-orang
yang bertaubat ialah) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram." (Q.S.
al-Rad/13: 28)
5.
Adab berdzikir
a.
Berdzikir
dalam hati (dengan suara perlahan) dan merendahkan diri.
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ
تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ
"Dan
sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatiumu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah
kamu termask orang-orang yang lalai."
(Q.S. al-A'raf/7: 205)
b.
Larangan
dengan suara keras karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat.
6.
Lafal-lafal dzikir
Lafal-lafal
yang digunakan untuk berdzikir menurut Al-Qur'an dan Sunah maqbullah di
antaranya basmalah; Bismillahirrahmanirrahim, tasbih; Subhanallah, tahmid;
Alhamdulilah, hauqalah; laa haula wa laa quwwata illa billah, tahlil; laa
ilaaha illallah.
Absensi Kelas:
X Farmasi: [ Absensi ] - [ Reading ] - [ Test ]

0 komentar:
Posting Komentar