728x90 AdSpace

Latest News
Minggu, 10 Mei 2026

Tuntunan Berdzikir Bagi Kaum Muslimin


 


1.      Pengertian dzikir.

Dzikir berasal dari kata ذكر، يذكر، ذكرا (Dzakara – Yadzkuru – Dzikran). yang artinya mengingat sesuatu atau menyebut setelah lupa. Dzikir juga bermakna mengingat sesuatu atau menghafalkan sesuatu. Dalam ajaran Islam, yang dimaksud dengan dzikir adalah mengingat Allah.

Pada hakekatnya, dzikir adalah menghadirkan hati untuk mengingat dan taat kepada Allah Swt., kemudian diiringi dengan ucapan atau perbuatan dalam berbagai keadaan, seperti ketika melakukan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, mengerjakan haji, menghadapi yang halal dan yang haram, berjual beli maupun dalam keadaan-keadaan lainnya.

Istilah dzikir dalam perkembangannya lebih banyak diartikan dengan dzikir yang berupa mengucapkan lafadh-lafadh tertentu di antaranya tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdu lillah), tahlil (laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), serta sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurnaan Allah.

2.      Dalil perintah dzikir.

Dalil disyariatkannya dzikir adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunah Nabi saw, di antaranya, Allah berfirman dalam al-Qur'an Q.S. al-Baqarah/2: 186

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku".

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْراً كَثِيراً

 

"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya". Q.S. al-Ahzab/33: 41

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring." Q.S. an-Nisa/4: 103

Dalam hadits qudsi, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda: Allah Swt.berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنّ عَبْدِي بِي, وَأَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكُرُنِي, فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَاءٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَاءٍ خَيْرٍ مِنْهُ وَإِنِ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنِ اقْتَرَبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا اتَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِيأَتَيْتُهُ هَرْوَلَة.

"Aku ini menurut prasangka hambaku, dan Aku menyertainya, dimana saja ia berdzikir pada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya dalam hati-Ku, jika ia mengingat-Ku di depan umum, maka Aku akan mengingatnya pula didepan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sehasta, jika ia mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari". (HR. Bukhori Muslim, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Baihaqi).

Mu'adz bin Jabal ra. berkata, bahwa Nabi saw. bersabda:

 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلي الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعُهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَخَيْرُ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ، قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ

"Rasulullah saw. bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepadamu sebaik-baik amal dan yang paling mulia di sisi Tuhanmu serta yang paling dapat meninggikan derajatmu, lebih baik dari emas dan perak yang engkau infakkan, dan lebih baik dari engkau berhadapan dengan musuh-musuhmu sampai engkau menebas batang leher mereka dan merekapun menebas batang lehermu? Para sahabat menjawab: "Tentu wahai Rasulullah". Rasulullah saw. bersabda: "Berdzikir kepada Allah". (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

3.      Keutamaan berdzikir

a.       Orang yang mengingat Allah akan diingat Allah sebagai mana firman-Nya dalam Q.S al-Baqarah/2: 186.

b.      Orang yang berdzikir dan mengingat Allah adalah orang beruntung sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوا : وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

"Siapakah para mufarridun itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Orang laki-laki ataupun perempuan yang banyak mengingat Allah" (HR. Muslim dan Ahmad).

 

c.       Orang yang berdzikir pada hakikatnya adalah orang yang hidup. Hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi saw.

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ مَثَلُ الْحَقِّ وَالْمَيِّتِ

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan tidak berdzikir bagaikan orang hidup dan orang mati" (HR. al-Bukhari dari Abu Musa al-'Asy'ari radhiyallahu'anhu).

d.      Dzikir sebagai amal shalih

Nabi saw bersabda: "Maukah kamu sekalian saya beritahukan amal perbuatan yang paling baik dan paling suci di sisi penguasamu (Tuhanmu) dan amal paling tinggi dalam mengangkat derajatmu, dan yang paling baik untukmu daripada menginfakkan emas dan perak dan yang paling baik untukmu daripada menghadap musuhmu sehingga kamu memenggal leher mereka dan mereka memenggal lehermu? Mereka berkata: Ya, lalu Nabi bersabda: Mengingat Allah Swt (HR. at-Tirmidzy).

4.      Manfaat berdzikir

a.       Mencegah perbuatan keji dan munkar. Allah berfirman dalam Q.S. al-Ankabut/29: 45

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

b.      Menentramkan hati

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(orang-orang yang bertaubat ialah) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S. al-Rad/13: 28)

5.      Adab berdzikir

a.       Berdzikir dalam hati (dengan suara perlahan) dan merendahkan diri.

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

"Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatiumu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termask orang-orang yang lalai." (Q.S. al-A'raf/7: 205)

b.      Larangan dengan suara keras karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat.

6.      Lafal-lafal dzikir

Lafal-lafal yang digunakan untuk berdzikir menurut Al-Qur'an dan Sunah maqbullah di antaranya basmalah; Bismillahirrahmanirrahim, tasbih; Subhanallah, tahmid; Alhamdulilah, hauqalah; laa haula wa laa quwwata illa billah, tahlil; laa ilaaha illallah.


Absensi Kelas:

X Farmasi: [ Absensi ] - [ Reading ] - [ Test ]

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Tuntunan Berdzikir Bagi Kaum Muslimin Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Qawwamuna